Warga yang Nekat Mudik ke Sidoarjo Akan Dikarantina 5 Hari Biaya Sendiri

Apel kesiapan penanganan larangan mudik/Foto: Suparno
Apel kesiapan penanganan larangan mudik/Foto: Suparno

Sidoarjo – Polisi Sidoarjo akan menghalau pemudik di empat titik penyekatan. Bila ada yang lolos dari penyekatan, maka akan dikarantina lima hari.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji mengatakan, ada ratusan petugas gabungan yang akan disiagakan. Terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Menurutnya, mereka akan ditempatkan di empat titik pos penyekatan. Seperti di simpang tiga Gempol perbatasan Sidoarjo-Pasuruan, exit tol Tambak Sumur, Kota Sidoarjo dan exit tol Tanggulangin.

“Apabila nekat mudik akan diputar balik, kalau memaksa akan diantar balik ke tempat asal. Bila lolos dari pos penyekatan akan dikarantina di hotel selama lima hari, dengan biaya sendiri,” kata Sumardji di Alun-alun Sidoarjo, Selasa (27/4/2021).

Sumardji menjelaskan, penyekatan larangan mudik ini untuk mencegah bertambahnya penyebaran COVID-19. Khususnya di wilayah Sidoarjo. Penyekatan dilakukan lebih awal untuk mencegah masyarakat yang akan mudik lebih awal.

“Bagi pengendara yang nekat mudik pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021, akan disetop dan apabila tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan yang diperlukan akan disuruh putar balik. Selain itu juga akan diberlakukan tes antigen bagi mereka yang nekat mudik. Bila hasilnya positif, kita telah sediakan ruang isolasi di Hotel Delta Mayang di kawasan kota,” jelas Sumardji.

Sementara Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan, pengetatan mobilitas warga tertuang dalam addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Aturan tersebut timbul untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Putra keenam dari Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Mashuri ini menambahkan, addendum peniadaan mudik Lebaran diberlakukan mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

“Untuk melaksanakan aturan tersebut, kita menggandeng berbagai pihak. Seperti tokoh agama, ormas, komunitas, media, agar bersama-sama melakukan pembatasan masyarakat agar tidak mudik ke kampung halaman,” terangnya.

Ia berpesan kepada semua warga Kota Delta yang berasal dari luar kota, agar mematuhi aturan tersebut. Agar saudara yang berada di kampung terhindar dari COVID-19.

“Sudahlah, kita di rumah saja. Sayangi diri. Sayangi keluarga,” pesan Gus Muhdlor.

(sun/bdh)

 

Sumber : https://www.detik.com/

Chat Admin